Tafsir Surah Al-Ikhlas Berdasarkan Perspektif Ilmu Bayan

February 06, 2025

Surah Al-Ikhlas (QS. 112) merupakan penegasan tauhid yang padat dan mendalam. Melalui lensa Ilmu Bayan(studi retorika Arab yang fokus pada gaya bahasa), surah ini memanfaatkan berbagai alat sastra untuk menyampaikan keesaan Allah secara efektif. Berikut analisisnya:


1. Ayat Pertama: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ


"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa."  

Pemilihan Kata "Ahad":  

  Kata "أَحَدٌ" (Ahad) dipilih alih-alih "وَاحِدٌ" (Wahid) untuk menekankan keunikan mutlak Allah, bukan sekadar bilangan (numerik). Ini adalah kināyah (kiasan) yang menyiratkan ketakterbagian dan ketakterbandingan.  

- Gaya Ijaz (Brevitas):  

  Kalimat pendek namun bermakna luas, menunjukkan kekuatan khas Al-Qur'an dalam menyampaikan pesan kompleks secara ringkas.

2. Ayat Kedua: اللَّهُ الصَّمَدُ

"Allah tempat bergantung segala sesuatu."

- Makna "As-Samad":  

  Kata "الصَّمَدُ" (As-Samad) mengandung isti'ārah (metafora) untuk menggambarkan sifat Allah yang Maha Mandiri, tempat seluruh makhluk bergantung.  

- Ta'rīf bil-Mukhālafah (Definisi melalui Kontras):  

  Sifat "tidak membutuhkan" Allah ditegaskan dengan meniadakan kelemahan makhluk (seperti ketergantungan).


3. Ayat Ketiga: لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."

- Tashbīh 'Aksī(Analogi Negatif):  

  Menafikan sifat manusiawi (seperti melahirkan) untuk menegaskan transendensi Allah.  

- Pengulangan (Tikrār):  

  Struktur "لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ" menggunakan repetisi untuk memperkuat penolakan terhadap konsep keturunan ilahi.


4. Ayat Keempat: وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ"

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

- Kināyah dan Muqābalah (Kiasan dan Kontras):  

  Kata "كُفُوًا" (setara) menegaskan ketiadaan sekutu bagi Allah, sekaligus kontras dengan keesaan-Nya.  

- Gaya Ḥashr (Pembatasan):  

  Kalimat "لَمْ يَكُنْ لَهُ..." membatasi segala kesetaraan hanya kepada Allah, memperkuat tauhid.


Analisis Keseluruhan dari Sudut Bayan

1. Keseimbangan Struktur (Muwāzanah):  

   Surah ini memadukan afirmasi (ayat 1-2) dan negasi (ayat 3-4), menciptakan keseimbangan retoris yang memperkuat pesan tauhid.  

2. I'jaz al-Qur'an (Kemukjizatan):  

   Kepadatan makna dalam empat ayat singkat menunjukkan keunggulan sastra Al-Qur'an yang tak tertandingi.  

3. Penafian dan Penetapan (Salb wa Ithbāt):  

   Menghapus konsep antropomorfisme (seperti ayah/anak) sekaligus menetapkan sifat keesaan dan kemandirian Allah.

Kesimpulan

Surah Al-Ikhlas adalah mahakarya retoris yang menggunakan kināyah, isti'ārah, tashbīh 'aksī, dan tikrār untuk menegaskan tauhid. Gaya bahasanya yang ringkas namun mendalam menjadi bukti kemukjizatan Al-Qur'an dalam Ilmu Bayan, sekaligus fondasi akidah yang tak terbantahkan.

by: admin 

Artikel Terkait

Latest
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments