Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Tafsir Surah Al-Ikhlas Berdasarkan Perspektif Ilmu Bayan

February 06, 2025

Surah Al-Ikhlas (QS. 112) merupakan penegasan tauhid yang padat dan mendalam. Melalui lensa Ilmu Bayan(studi retorika Arab yang fokus pada gaya bahasa), surah ini memanfaatkan berbagai alat sastra untuk menyampaikan keesaan Allah secara efektif. Berikut analisisnya:


1. Ayat Pertama: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ


"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa."  

Pemilihan Kata "Ahad":  

  Kata "أَحَدٌ" (Ahad) dipilih alih-alih "وَاحِدٌ" (Wahid) untuk menekankan keunikan mutlak Allah, bukan sekadar bilangan (numerik). Ini adalah kināyah (kiasan) yang menyiratkan ketakterbagian dan ketakterbandingan.  

- Gaya Ijaz (Brevitas):  

  Kalimat pendek namun bermakna luas, menunjukkan kekuatan khas Al-Qur'an dalam menyampaikan pesan kompleks secara ringkas.

2. Ayat Kedua: اللَّهُ الصَّمَدُ

"Allah tempat bergantung segala sesuatu."

- Makna "As-Samad":  

  Kata "الصَّمَدُ" (As-Samad) mengandung isti'ārah (metafora) untuk menggambarkan sifat Allah yang Maha Mandiri, tempat seluruh makhluk bergantung.  

- Ta'rīf bil-Mukhālafah (Definisi melalui Kontras):  

  Sifat "tidak membutuhkan" Allah ditegaskan dengan meniadakan kelemahan makhluk (seperti ketergantungan).


3. Ayat Ketiga: لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."

- Tashbīh 'Aksī(Analogi Negatif):  

  Menafikan sifat manusiawi (seperti melahirkan) untuk menegaskan transendensi Allah.  

- Pengulangan (Tikrār):  

  Struktur "لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ" menggunakan repetisi untuk memperkuat penolakan terhadap konsep keturunan ilahi.


4. Ayat Keempat: وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ"

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.

- Kināyah dan Muqābalah (Kiasan dan Kontras):  

  Kata "كُفُوًا" (setara) menegaskan ketiadaan sekutu bagi Allah, sekaligus kontras dengan keesaan-Nya.  

- Gaya Ḥashr (Pembatasan):  

  Kalimat "لَمْ يَكُنْ لَهُ..." membatasi segala kesetaraan hanya kepada Allah, memperkuat tauhid.


Analisis Keseluruhan dari Sudut Bayan

1. Keseimbangan Struktur (Muwāzanah):  

   Surah ini memadukan afirmasi (ayat 1-2) dan negasi (ayat 3-4), menciptakan keseimbangan retoris yang memperkuat pesan tauhid.  

2. I'jaz al-Qur'an (Kemukjizatan):  

   Kepadatan makna dalam empat ayat singkat menunjukkan keunggulan sastra Al-Qur'an yang tak tertandingi.  

3. Penafian dan Penetapan (Salb wa Ithbāt):  

   Menghapus konsep antropomorfisme (seperti ayah/anak) sekaligus menetapkan sifat keesaan dan kemandirian Allah.

Kesimpulan

Surah Al-Ikhlas adalah mahakarya retoris yang menggunakan kināyah, isti'ārah, tashbīh 'aksī, dan tikrār untuk menegaskan tauhid. Gaya bahasanya yang ringkas namun mendalam menjadi bukti kemukjizatan Al-Qur'an dalam Ilmu Bayan, sekaligus fondasi akidah yang tak terbantahkan.

by: admin 

NIAT ZAKAT DAN DOA MENERIMANYA

May 10, 2020
Misbahulhuda/red. Zakat fitrah merupakan kewajiban seorang muslim yang harus di laksanakan ketika bulan Ramadhan, adapun Doa Zakat dan Doa Menerima Zakat sebagai berikut:

1. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Alloh Taala.”

2. Doa Zakat Fitrah bagi Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Alloh Taala.”

3. Doa Zakat Fitrah bagi Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Alloh Taala.”

4. Doa zakat Fitrah bagi Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Alloh Taala.”

5. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Alloh Taala.”

6. Doa Zakat Fitrah bagi Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَن ( nama) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(nama orang yang diwakilkan), fardhu karena Alloh Taala.”

Setelah melafalkan doa dan menyerahkan zakat, panitia zakat atau orang yang menerimanya disunnahkan untuk mendoakan orang yang memberi zakat agar diberi kemuliaan. Doanya bisa diucapkan dengan bahasa apa pun, yang salah satu contohnya yaitu.

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Semoga Alloh memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Alloh memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

BERUSAHA ISTIQOMAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGEJAR KAROMAH

February 24, 2020
ALHIKAM/red. Berusaha Istiqomah Lebih Baik daripada Mengejar Karomah Oleh KH. Abdul Aziz Affandy

تَشَوُّفُكَ إِلَى مَا بَطَنَ فِيْكَ مِنَ الْعُيُوْبِ خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّ فِكَ إِلَى مَاحُجِبَ عَنْكَ مِنَ الْغُيُوْب 
Al-'Uyuub, bagai virus atau bakteri yang menyerang hati. Pengidap penyakit hati akan selalu inkonsisten dalam ibadah, selalu ada motiv 'dunia' ketika manusia sedang 'nyuluk' dijalur menuju Pemilik Semesta, Alloh Swt.
Istiqomah sendiri merupakan kondisi ideal yang jadi mimpi seorang Salik, dimana indrawinya bergerak karena amar-Nya dan berhenti karena Nahyi-Nya. Kondisi ideal ini akan terwujud kalau tubuh terluar (dhohir) dan tubuh terdalam (bathin) tidak terpapar virus atau bakteri penyebab sakit yang menggangu ibadah, seperti riya dan sum'ah.

Kh. Abdul Aziz Affandi
Miftahul Huda Manonjaya

Merindukan Istiqomah dalam ibadah diwujudkan dengan upaya menguatkan imun dari iman di hati sekaligus 'berobat' dengan dokter yang tepat yaitu murobby, sambil tetap konsisten ibadah meski dengan segala kekurangan disana sini.

Al-Ghuyuub, sesuatu yang tidak kasat mata atau bahkan diluar nalar dan indrawi kita. Ibadah seolah memiliki efek tertentu berupa kemuliaan (bahkan diluar kebiasaan). Baca "Bismillah" bisa terbang, Alwaqiah 40 kali bisa Kaya, wirid tertentu bisa memindahkan dimensi ruang dan waktu pembacanya. Contoh yang familiar itu ya kisah kisah karomah Aulia Alloh.
Karena Karomah dianggap istimewa, dibukalah bengkel tertentu, dicarilah les dzikir, treatment wirid, beli benda atau zat kimiawi tertentu bak eco racing untuk sebuah keistimewaan pada seorang manusia, lalu dianggaplah memiliki Karomah layaknya Para wali, meski sholat subuh kesiangan setiap hari.

Ibn 'Athoillah mengingatkan, :
UPAYAMU UNTUK BISA ISTIQOMAH IBADAH DENGAN BAIK, LEBIH BAIK DARIPADA MENGAMBIL CARA RADIKAL UNTUL MENDAPATKAN KAROMAH !!

Bahasa Medisnya adalah, Menetralisir Ke 'aiban yang membuat cacat Nilai Ibadah lebih baik daripada Tergesa gesa untuk Memetik Buah Karomah dari Ibadah.

Editor: KH. Dodo Aliyul Murtadlo (Dewan Guru Miftahul Huda)

AMALAN SUPAYA DIKARUNIAI ANAK LAKI-LAKI

November 21, 2019
Misbahulhudacikatomas/red-SUPAYA DIKARUNIAI ANAK LAKI-LAKI

Ada kalanya seseorang galau karena punya anak lima, dan lima-limanya cewek semua. Walau sebenarnya tidak perlu galau karena itu karunia Allah. Kita wajib bersyukur masih diberi momongan.
Namun ada baiknya kita berikhtiar.

Ibu dan danak 


Dalam kitab al-bujairomi alal Khothib di sebutkan :

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ أَرَادَ أَنْ تَلِدَ امْرَأَتُهُ ذَكَرًا فَإِنَّهُ يَضَعُ يَدَهُ عَلَى بَطْنِهَا فِي أَوَّلِ الْحَمْلِ وَيَقُولُ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إنِّي أُسَمِّي مَا فِي بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِي ذَكَرًا فَإِنَّهُ يُولَدُ ذَكَرًا إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Dari Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallama, barang siapa menginginkan istrinya melahirkan anak laki-laki, maka letakkan tangan pada perut sang istri ketika permulaan merasa hamil dan berdoa :

اللهم إني أسمي ما في بطنها محمدا فاجعله لي ذكرا

Allahumma inni usammi ma fi bathniha muhammadan faj'alhu li dzakaron

Imam suyuti menambahkan kalau ingin mempunyai anak perempuan, maka setelah melakukan hubungan badan istri tidur sambil berbaring ke sebelah kiri dan jika menginginkan anak laki-laki maka tidur berbaring ke sebelah kanan.
والله اعلم

HUKUM AQIQAH UNTUK BAYI YANG MENINGGAL DIDALAM KANDUNGAN

November 21, 2019
Misbahulhudacikatomas/red-HUKUM AQIQAH UNTUK BAYI YG MENINGGAL DIDALAM KANDUNGAN

Disunnahkan aqiqah apabila bayi tersebut sudah ada ruhnya. Namun bila belum ada ruhnya, maka tidak disunahkan.



Referensi:
& الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء 4 صحـ : 257 مكتبة العربية
( وَسُئِلَ ) رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ هَلْ تُسْتَحَبُّ الْعَقِيقَةُ عَنْ السِّقْطِ مُطْلَقًا أَوْ يُفَرَّقُ بَيْنَ مَنْ ظَهَرْت فِيهِ أَمَارَةُ التَّخَلُّقِ مِنْ تَخْطِيطٍ وَغَيْرِهِ ؟ ( فَأَجَابَ ) نَفَعَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِعُلُومِهِ الْمُسْلِمِينَ بِأَنَّ الْعَقِيقَةَ إنَّمَا تُسَنُّ عَنْ سُقْطٍ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ كَمَا جَرَيْتُ عَلَيْهِ فِي شَرْحَيْ اْلإِرْشَادِ وَالْعُبَابِ تَبَعًا لِلزَّرْكَشِيِّ وَأَمَّا مَا لَمْ تُنْفَخْ فِيهِ الرُّوحُ فَهُوَ جَمَادٌ لاَ يُبْعَثُ وَلاَ يُنْتَفَعُ بِهِ فِي الآخِرَةِ فَلاَ تُسَنُّ لَهُ عَقِيقَةٌ بِخِلاَفِ مَا نُفِخَتْ فِيهِ فَإِنَّهُ حَيٌّ يُبْعَثُ فِي الآخِرَةِ وَيُنْتَفَعُ بِشَفَاعَتِهِ وَقَدْ قَالَ جَمَاعَةٌ مِنْ السَّلَفِ مَنْ لَمْ يَعُقَّ عَنْ وَلَدِهِ لاَ يَشْفَعُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَفْهَمَ مَا ذَكَرْته مِنْ أَنَّ الْعَقِيقَةَ تَابِعَةٌ لِلْوَلَدِ الَّذِي يَشْفَعُ وَهُوَ مَنْ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ فَكَذَلِكَ يُقَيَّدُ نَدْبُهَا بِمَنْ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ. اهـ

Terjamah: Anak yang keguguran jika sudah ditiupkan roh, masih disunnahkan aqiqah akan tetapi jika belum ditiupkan roh maka tidak di sunahkan aqiqah, karena dianggap benda mati  di amaka nantikhirat benda mati tidak  lagiakan dibangkitkan dan tidak diambil manfaat dengannya di akhirat. Oleh karenanya tidak disunnahkan aqiqah, beda dengan janin yang sudah diberikan roh, dia hidup dan akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti serta bisa memberikan syafaat. Jamaah dari salaf ada yang mengatakan, orang yang tidak memberikan aqiqah untuk anaknya maka nanti dia tidak mendapatkan syafaat dari anaknya..dst.

PERBINCANGAN MASALAH BID'AH

June 13, 2019
Misbahulhudacikatomas-Perbincangan tentang bid'ah seakan tak ada hentinya untuk dibahas...
Dan saya menemukan keterangan dalam bagian akhir juz 1 kitab ianatuttolibin (syarah fathul muin)tentang bid'ah yang mungkin bisa jdi sedikit pencerahan...
Syekh Imam Abu Muhammad Ibnu Abdissalam berkata dalam kitabnya yaitu kitab Al qowaid...Bid'ah terbagi 5, yaitu:
Bid'ah-Misbahulhuda


  1. Wajib seperti membukukan Alquran dan ilmu2 syara'
  2. Sunat seperti sholat tarawih dilakukan secara berjamaah,pembangunan kobong kobong dan seluruh kebaikan yang tidak dilakukan pada zaman  Nabi Muhammad SAW seperti maulidan rajaban dsb
  3. Mubah seperti musofahah setelah sholat asar atau subuh
  4. Makruh seperti menghiasi mesjid
  5. Haram seperti hal hal yang mengandung kedzoliman
Referensi Kitab:


في الأذكار ما نصه: ذكر الشيخ الإمام أبو محمد بن عبد السلام رحمه الله
في كتابه القواعد، أن البدع على خمسة أقسام: واجبة، ومحرمة، ومكروهة، ومستحبة، ومباحة.
قال: ومن أمثلة البدع المباحة 
 المصافحة عقب الصبح والعصر.
والله أعلم.
وقوله: واجبة.
من أمثلتها تدوين القرآن والشرائع إذا خيف عليها
الضياع.
فإن التبليغ لمن بعدنا من القرون واجب إجماعا، وإهماله حرام إجماعا.
وقوله: ومحرمة.
من أمثلتها المحدثات من المظالم كالمكوس.
وقوله: ومكروهة.
من أمثلتها زخرفة المساجد، وتخصيص ليلة الجمعة بقيام.
وقوله: ومستحبة.
من أمثلتها فعل صلاة التراويح بالجماعة، وبناء الربط والمدارس، وكل إحسان لم يعهد في العصر الأول.
وقوله: ومباحة.
من أمثلتها ما ذكره.
والله اعلم بالصواب..

Muhammad Nurdin

DALIL KEUTAMAAN DAN AMALAN MALAM NISFU SYA'BAN

May 29, 2019
Misbahulhudacikatomas-Dalil Tentang Keutamaan Bulan Sya'ban dan Khususnya Nisfu Sya'ban

Dalil-dalil  hadits antara laini:

Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad)

Misbahulhudacikatomas

Selain hadits di atas, juga ada hadits:
Dari Usamah bin Zaid ra bahwa beliau bertanya kepada nabi SAW, "Saya tidak melihat Andaberpuasa (sunnah) lebih banyak dari bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Bulan sya'ban adalah bulan yang sering dilupakan orang dan terdapat di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada rabbul-alamin. Aku senang bila amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai)

Dan Tafsir Surat ad- Dukhon ayat 1-4 dijelaskan oleh At-Tobari dan Ibnu Jarir
Bahwa sebagian Ulama menafsirkan "Lailah Mubarokah" adalah Nisfu Sya'ban.


Al-Imam An-Nawawi  seorang ahli fiqih bermazhab Syafi'i, dalam kitab Riyadhussholihin, menjelaskan bahwa sholat khusus nisfu sya'ban adalah bid'ah.

Maka amalan di Miftahul Huda sebagai berikut:

AMALAN NISHFU SYA'BAN
Di MIFTAHULHUDA

1. Sholat Tasbih
2. Maca Surat Yasin 3x
3. Baca do'a
4. Memperbanyak isrighfar.

Tata cara Shalat Tasbih sebagai berikut:
Di lakukan 4 rokaat, dengan 2x salam. Dan membaca 300x tasbih
سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر

1. Berdiri menghadap qiblat, ucapkan niat:
اصلي سنة التسبيح ركعتين مستقبل القبلة لله تعالي

2. Selesai membaca do'a Iftitah, baca tasbih 10x.
3. Setelah  membaca Al-Fatihah, baca tasbih 15x.
4.  lalu membaca surat pilihan.
5.   Ruku’ membaca tasbih 10x
6. I'tidal baca tasbih10x
7. Sujud baca tasbih 10x.
6. Duduk antara dua sujud baca tasbih   10x.
7. Sujud ke2 membaca tasbih 10x.
8. Kembali berdiri rokaat kedua dengan bacaan seperti rokaat pertama.

Rokaat pertama Surat Az-zalzalah
Rokaat ke2 Surat Al-'Adiyat
Rokaat ke3 Surat At-Takataur
Rokaat ke4 Surat Al-Ikhkash

Kemudian membaca Surat Yasin 3x:
Pertama mohon di panjangkan usia untuk beribadah
Kedua mohon keluasan rizki yg halal
Ketiga mohon husnul khotimah.

Di akhiri do'a:

"اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِئينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: ﴿يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ﴾، إِلهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ".

PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

May 02, 2019
Misbahulhudacikatomas-PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN ROMADHON

1. Puasa Romadon termasuk ke dalam rukun Islam. Rosululloh bersabda:
الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا
Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Alloh dan sungguh Muhammad itu utusan Alloh, menegakkan sholat, berpuasa Romdon, serta engkau pergi haji ke Baitulloh  jika engkau mampu menempuh perjalanan ke sana. (HR Imam Muslim dan lainnya)

2. Seseorang yang ingin masuk surga, wajib berpuasa Romadhon. Rosululloh ditanya mengenai amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga maka beliau menjawab:
تعبد الله لا تشرك به شيئا وتقيم الصلاة المكتوبة وتؤتي الزكاة المفروضة وتصوم رمضان وتحج البيت
Engkau menyembah Alloh dan jangan kau persekutukan Alloh dengan sesuatu, menegakkan Sholat yang wajib, menunaikan zakat yang fardhu, berpuasa Romadhon, dan naik haji ke Baytullah. (HR. Imam Ahmad, AtTirmidzi, dan  lainnya)


3. Barangsiapa mengamalkan puasa Romadhon, maka pahalanya amatlah besar. Alloh berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلى مما افترضته عليه
Tidak ada seorang hamba mendekat kepadaku dengan sesuatu yang lebih aku cintai melebihi hamba yang melaksanakan amal yang aku fardhukan kepadanya. (HR.Imam AlBukhori)

4. Sebaliknya, barangsiapa meninggalkannya tanpa udzur syar'i maka dosanya pun amatlah besar. Karena itu sama saja dia meruntuhkan salah satu sisi bangunan Islam. Nabi pernah diperlihatkan siksaan yang ditimpakan kepada orang yang berbuka puasa sebelum waktunya (membatalkan puasa tanpa udzur):
ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا قَالَ قُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ قَالَ : هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ
Kemudian aku dibawa, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang tergantung (terbalik) dengan urat-urat kaki mereka di sebelah atas, ujung mulut mereka sobek mengalirkan darah. Aku bertanya, “Mereka itu siapa?”. Jibril menjawab, “Meraka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum waktunya”. (HR. AnNasai, AlBayhaqi, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya)

5. Puasa Romadhon bisa menghapuskan dosa kecil. Rosululloh bersabda:
الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهن إذا اجتنبت الكبائر
Sholat yang lima waktu, Jumat ke Jumat, Romadhon ke Romadhon akan menghapuskan dosa di antara dua waktu tersebut selama dijauhi dosa-dosa besar. (HR. Imam Muslim)

6. Jika puasa dibarengi harapan agar Alloh memberi rahmat dan ampunan, maka dosa besarpun bisa dihapuskan. Rosululloh bersabda:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barangsiapa berpuasa Romadhon dalam keadaan beriman dan berharap pahala, Alloh akan ampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. (HR. AlBukhori dan Muslim)

7. Namun, jika dia mau dosa-dosa besarnya diampuni, sebaiknya dia tambah amalan bulan Romadhon dengan menegakkan Sholat sunnahnya (Sholat Tarowih). Rosululloh bersabda:
من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barangsiapa menegakkan Sholat Romadhon dalam keadaan beriman dan berharap pahala, Alloh akan ampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. (HR. AlBukhari dan Muslim)

8. Sholat Tarowih sebaiknya dikerjakan berjamaah di masjid. Rosululloh bersabda ketika diajakTarowih berjamaah oleh para shohabatnya:
إنه من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة
Sungguh orang yang Sholat (Tarowih-pen) bersama Imam (berjamaah) sampai selesai, dituliskan baginya sebagai Sholat semalaman penuh. (HR. AtTirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)

والله أعلم

KOMENTAR PARA ULAMA TENTANG PUASA RAJAB

March 15, 2019
KOMENTAR PARA ULAMA TENTANG PUASA RAJAB

Dalam menyikapi tentang puasa di bulan Rajab, pendapat ulama terbagi menjadi 2. Akan tetapi 2 pendapat ini tidak sekeras yang kita temukan di lapangan pada saat ini yaitu dengan membid’ahkan dan memfasiqkan para pelaku puasa Rajab.

Jumhur Ulama dari Mazhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan riwayat dari Imam Ahmad Bin Hanbal, mereka mengatakan bahwasanya disunnahkan puasa di bulan Rajab semuanya dan juga ada riwayat lain dari Imam Ahmad Bin Hanbal bahwasanya makruh mengkhususkan melakukan puasa sebulan penuh di bulan Rajab.
Akan tetapi di dalam Mazhab Imam Ahmad Bin Hanbal dijelaskan bahwasanya kemakruhan ini akan hilang dengan 4 hal:
Dibolong (berbuka) 1 hari di bulan Rajab, atau
Disambung dengan puasa di bulan sebelum Rajab, atau
Disambung dengan puasa di bulan setelah Rajab
Dengan puasa di hari apapun di selain bulan Rajab.



Mungkin ada yang mendengar dari salah satu stasiun radio atau selebaran yang dibagi-bagi yang mengatakan bahwasanya “Puasa Rajab adalah Bid’ah Dholalah” dengan membawa Riwayat dari Nabi SAW yang melarang puasa Rajab atau riwayat dari Sayyidina Umar Bin Khottob yang mengatakan “Kami akan memukul orang yang melakukan puasa di bulan Rajab”. Padahal riwayat tersebut adalah tidak benar dan palsu dan sungguh sangat aneh orang yang membid’ahkan puasa bulan Rajab dengan tuduhan riwayat puasa Rajab adalah hadits-haditsnya palsu akan tetapi mereka sendiri tidak sadar bahwa justru riwayat yang melarang puasa bulan Rajab adalah palsu.

*1. PENDAPAT DARI ULAMA MAZHAB HANAFI*

• Disebutkan dalam Fatwa Al-Hindiyah Juz 1 Hal. 202:

)المرغوبات من الصيام أنواع ( أولها صوم المحرم والثاني صوم رجب والثالث صوم شعبان وصوم عاشوراء ). اهـ
_“Puasa yang disunnahkan itu bermacam-macam: puasa Muharram, puasa Rajab, puasa Sya’ban, puasa ‘Asyuro’ (tgl. 10 Muharram).”_

*2. PENDAPAT DARI ULAMA MAZHAB MALIKI*

• Disebutkan dalam Syarh Al-Kharsyi ‘Ala Khalil Juz 2 Hal. 241:

أنه يستحب صوم شهر المحرم وهو أول الشهور الحرم , ورجب وهو الشهر الفرد عن الأشهر الحرم ). اهـ

_“Sesungguhnya disunnahkan puasa di bulan Muharram dan puasa di bulan Rajab.”_

• Disebutkan dalam Hasyiah dari Syarh Al-Kharsyi ‘Ala Khalil:

بل يندب صوم بقية الحرم الأربعة وأفضلها المحرم فرجب فذو القعدة فالحجة ). اهـ

_“Disunnahkan puasa di bulan-bulan haram yang 4, paling utamanya adalah puasa di bulan Muharram kemudian Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.”_

• Disebutkan dalam Muqoddimah Ibnu Abi Zaid serta Syarah Lil Fawaakih Al-Dawani Juz 2 hal. 272:

التنفل بالصوم مرغب فيه وكذلك , صوم يوم عاشوراء ورجب وشعبان ويوم عرفة والتروية وصوم يوم عرفة لغير الحاج أفضل منه للحاج. اهـ

_“Melakukan puasa disunnahkan, begitu juga puasa di hari ‘Asyura’, bulan Rajab, bulan Sya’ban, hari ‘Arafah dan Tarwiyah. Sedangkan puasa di hari ‘Arafah itu lebih utama bagi orang yang tidak haji”._

• Disebutkan dalam Syarh Ad-Dardir, syarah Muhtashor Kholil Juz 1 hal. 513 :

وندب صوم المحرم ورجب وشعبان وكذا بقية الحرم الأربعة وأفضلها المحرم فرجب فذوالقعدة والحجة). اهـ

_“Dan disunnahkan puasa Muharram, Rajab, Sya’ban begitu juga bulan-bulan haram lainnya yang 4 dan paling utamanya adalah puasa Muharram kemudian Rajab, Duzulqo’dah dan Dzulhijjah”._

• Disebutkan dalam At-Taj Wa Al-Iklil Juz 3 hal. 220 :

والمحرم ورجب وشعبان لو قال والمحرم وشعبان لوافق المنصوص . نقل ابن يونس : خص الله الأشهر الحرم وفضّلها وهي : المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة . اهـ

_“Dan disunnahkan puasa Muharram, Rajab dan Sya’ban, andaikan beliau berkata. “Puasa Muharram dan Sya’ban disunnahkan, maka akan mencocoki nashnya”. Dinukil dari Ibnu Yunus bahwasanya “Allah SWT mengkhususkan bulan-bulan haram dan mengutamakannya, yaitu: Muharram dan Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah.”_

*3. PENDAPAT DARI ULAMA MAZHAB SYAFI’I*

• Imam An-Nawawi menyebutkan dalam Al-Majmu’ (Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab) Juz 6 hal. 439:

قال أصحابنا : ومن الصوم المستحب صوم الأشهر الحرم , وهي ذوالقعدة وذوالحجة والمحرم ورجب , وأفضلها المحرم. اه

_Berkata ulama kami: “Dan dari puasa yang disunnahkan adalah puasa bulan-bulan haram yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab, sedangkan yang paling utama adalah Muharram.”_

• Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshari menyebutkan dalam Asna Al-Mathollib Juz 1 hal. 433:

(وأفضل الأشهر للصوم) بعد رمضان الأشهر ( الحرم) ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب (وأفضلها المحرم) لخبر مسلم * أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم ( ثم اقيها) وظاهره استواء البقية والظاهر تقديم رجب خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم). اه

_“Paling utamanya bulan-bulan untuk puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan haram yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Sedangkan paling utamanya adalah Muharram berdasarkan riwayat dari Imam Muslim “Paling utamanya puasa setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram kemudian bulan haram yang lainnya. Secara dhahir keutamaan di antara bulan haram yang lainnya itu sama (selain Muharram). Dan secara dhahir mendahulukan keutamaan Rajab agar keluar dari Khilafnya ulama yang mengunggulkannya melebihi bulan-bulan Haram”_

• Imam Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fatwa-nya Juz 2 hal. 53:

… وأما استمرار هذا الفقيه على نهي الناس عن صوم رجب فهو جهل منه وجزاف على هذه لشريعة المطهرة فإن لم يرجع عن ذلك وإلا وجب على حكام الشريعة المطهرة زجره وتعزيره التعزير البليغ المانع له ولأمثاله من المجازفة في دين الله تعالى ويوافقه إفتاء العز بن عبد السلام إنه سئل عما نقل عن بعض المحدثين من منع صوم رجب وتعظيم حرمته وهل يصح نذر صوم جميعه فقال في جوابه : نذر صومه صحيح لازم يتقرب إلى الله تعالى بمثله والذي نهى عن صومه جاهل بمأخذ أحكام الشرع وكيف يكون منهيا عنه مع أن العلماء الذين دونوا الشريعة لم يذكر أحد منهم اندراجه فيما يكره صومه بل يكون صومه قربة إلى الله تعالى. اهـ

_“Orang yang melarang puasa Rajab, maka itu adalah kebodohan dan ketidak-tahuan terhadap hukum syariat. Apabila ia tidak menarik ucapannya itu, maka wajib bagi hakim atau penegak hukum untuk menghukumnya dengan hukuman yang keras yang dapat mencegahnya dan mencegah orang semisalnya yang merusak agama Allah SWT.”_

Sependapat dengan ini ‘Izzuddin Abdusssalam, sesungguhnya beliau ditanya dari apa yang dinukil dari sebagian ahli hadits tentang larangan puasa Rajab dan pengharamannya, dan apakah sah orang yang bernadzar puasa Rajab sebulan penuh? Maka beliau menjawab: “Nadzar puasa Rajab itu sah dan bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun larangan puasa Rajab itu adalah pendapat orang yang bodoh akan pengambilan hukum-hukum syariat. Bagaimana bisa dilarang sedangkan para ulama yang dekat dengan syariat tidak ada yang menyebutkan tentang dimakruhkannya puasa Rajab bahkan dikatakan puasa Rajab adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT (sunnah)”.

Disebutkan dalam Mughni Al-Muhtaj Juz 2 hal. 187:

أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم , وأفضلها المحرم لخبر مسلم* أفضل الصوم بعد رمضان شهر الله المحرم ثم رجب , خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها ثم شعبان ). اه

_“Paling utamanya bulan-bulan untuk melakukan puasa setelah Ramadhan adalan bulan-bulan haram, sedangkan paling utamanya adalah Muharram berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, “Paling utamanya puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram” kemudian Rajab agar keluar dari Khilaf tentang keutamaan Rajab terhadap bulan-bulan haram lainnya kemudian Sya’ban”._

• Disebutkan dalam Nihayah Al-Muhtaj Juz 3 hal. 211:

(اعلم أن أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم وأفضلها المحرم ثم رجب خروجا من خلاف من فضله على الأشهر الحرم ثم باقيها وظاهره الاستواء ثم شعبان) . اهـ

_“Ketahuilah sesungguhnya paling utamanya bulan-bulan untuk melakukan puasa setelah Ramadhan adalah puasa bulan-bulan haram. Sedangkan paling utamanya adalah Muharram kemudian Rajab agar keluar dari khilaf tentang keutamaannya atas bulan-bulan Haram yang lainnya, yang jelas keutamaannya sama dengan bulan-bulan haram yang lainnya kemudian Sya’ban”._

*4. PENDAPAT DARI ULAMA MAZHAB HANBALI*

• Ibnu Qudamah menyebutkan dalam Al-Mughni Juz 3 hal. 53:

فصل : ويكره إفراد رجب بالصوم . قال أحمد : وإن صامه رجل , أفطر فيه يوما أو أياما , بقدر ما لا يصومه كله … قال أحمد : من كان يصوم السنة صامه , وإلا فلا يصومه متواليا , يفطر فيه ولا يشبهه برمضان ). اهـ
_“Fasal: Dan dimakruhkan mengkhususkan Rajab dengan puasa. Imam Ahmad berkata. “Apabila seseorang berpuasa bulan Rajab, maka berbukalah sehari atau beberapa hari sekiranya ia tidak puasa sebulan penuh. Imam Ahmad berkata: “Barangsiapa terbiasa puasa setahun maka boleh berpuasa sebulan penuh kalau tidak biasa puasa setahun, janganlah berpuasa terus-menerus dan jika ingin puasa Rajab sebulan penuh hendaknya ia berbuka di bulan Rajab (biar pun sehari) agar tidak menyerupai Ramadhan”._

Dari keterangan tersebut sangat jelas bahwa Imam Ahmad tidak membid’ahkan puasa Rajab.

• Disebutkan dalam Al-Furu’ Karya Ibn Muflih juz 3 hal. 118 :

فصل : يكره إفراد رجب بالصوم نقل ابن حنبل : يكره , ورواه عن عمر وابنه وأبي بكرة , قال أحمد : يروى فيه عن عمر أنه كان يضرب على صومه , وابن عباس قال : يصومه إلا يوما أو أياما. وتزول الكراهة بالفطر أو بصوم شهر آخر من السنة . اهـ

_“Fasal : Dimakruhkan mengkhususkan Rajab dengan berpuasa berdasarkan apa yang dinukil dari Imam Ahmad Bin Hanbal dan diriwayatkan oleh Umar dan puteranya dan Abi Bakrah. Imam Ahmad berkata “Diriwayatkan dari Sayyidina Umar ra :” Sesungguhnya beliau memukul orang yang berpuasa Rajab, dan berkata Ibnu Abbas “Hendaknya berpuasa Rajab dengan berbuka sehari atau beberapa hari”. Dan kemakruhan puasa bulan Rajab akan hilang dengan berbuka (walaupun sehari) atau dengan berpuasa di bulan lain selain bulan Rajab.”_

*KESIMPULAN*

Dari penjelasan ulama empat mazhab sangat jelas bahwa puasa bulan Rajab adalah sunnah, hanya menurut mazhab Imam Ahmad saja yang makruh. Kemakruhan puasa Rajab menurut madzhab Imam Hanbali itu pun jika dilakukan sebulan penuh. Adapun kalau berbuka satu hari saja atau disambung dengan sehari sebelumnya atau sesudahnya. Atau dengan melakukan puasa di selain bulan Rajab maka kemakruhannya akan hilang. Mereka tidak mengatakan puasa Rajab bid’ah sebagaimana yang marak akhir-akhir ini disuarakan oleh kelompok orang dengan menyebar selebaran, siaran radio atau internet.

Wallahu a’lam bish-showab

TANGGUNG JAWAB BERAT UNTUK ULAMA RABBANI DALAM MENJAGA AJARAN SAMAWI

March 14, 2019
Allah SWT berfirman di dalam surat  Al Maidah :44

إِنَّآ أَنزَلْنَا ٱلتَّوْرَىٰةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسْلَمُوا۟ لِلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ بِمَا ٱسْتُحْفِظُوا۟ مِن كِتَٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ عَلَيْهِ شُهَدَآءَ فَلَا تَخْشَوُا۟ ٱلنَّاسَ وَٱخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِى ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ
Artinya:

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (5: 44)



Sebelum ayat ini telah dijelaskan mengenai sekelompok orang-orang Yahudi yang lari dari hukum Taurat dan mendatangi Nabi Muhamma Saw untuk meminta ketetapan hukum dari perbuatan maksiat yang mereka lakukan menurut agama Islam. Mereka berharap akan memperoleh hukuman yang lebih ringan. Namun Nabi Muhammad Saw justru menetapkan hukuman bagi mereka sesuai dengan kitab Taurat.

Ayat ini dan ayat sesudahnya masih meneruskan pembahasan ini dan mengatakan, tidak saja para nabi, tapi para ulama Yahudi sesudah Nabi Musa as berkewajiban menetapkan hukum berdasarkan kitab Taurat. Mereka juga bertanggung jawab dalam menjaga kitab dan hukum-hukum Ilahi. Mereka tidak boleh menyembunyikan atau mengubah hukum Ilahi dengan alasan penentangan masyarakat atau demi memperoleh kepentingan pribadi karena perbuatan seperti itu termasuk sejenis Kufur kepada Allah.

Ayat ini menjelaskan tanggung jawab yang berat para ulama rabbani dalam menjaga ajaran-ajaran samawi, serta tetap kukuh dalam menentang keinginan-keinginan hawa nafsu yang tidak pada tempatnya, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari masyarakat luas. Bahkan mereka diseru untuk memberantas kepincangan, khurafat dan penyelewengan-penyelewengan.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Para ulama hendaknya melihat segala permasalahan dengan pandangan yang bijaksana. Mereka tidak boleh takut dari ancaman apapun dalam rangka menjaga ajaran agama.

2. Dengan adanya aturan dan undang-undang dari langit, maka aturan manusia merupakan penyimpangan dari jalan yang lurus.

HUKUM PUASA ROJAB SUNNAH/BID’AH?

March 14, 2019
 HUHKUM PUASA ROJAB SUNNAH/BID’AH?

الحمد لله رب العلمين. وبه نستعين على أمور الدنيا والدين. وصلى الله على سيدنا محمد وآله صحبه وسلم أجمعين. قال الله تعالى: إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السماوات والأرض منها أربعة حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم وقاتلوا المشركين كافة كما يقاتلونكم كافة واعلموا أن الله مع المتقين. الأية . وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدى هدى ‏ ‏محمد ‏وشر الأمور ‏ ‏محدثاتها ‏وكل بدعة ضلالة . أما بعد:

Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam membahas masalah puasa Rajab.

Pertama: Tidak ada riwayat yang benar dari Rosululloh SAW yang melarang puasa Rajab.
Kedua: Banyak riwayat tentang keutamaan puasa Rajab yang tidak benar dan palsu.



Sebenarnya masalah puasa Rajab sudah dibahas tuntas oleh ulama-ulama terdahulu dengan jelas dan gamblang. Akan tetapi karena adanya kelompok kecil hamba-hamba Alloh yang biasa menuduh bid’ah orang lain menyuarakan dengan lantang bahwa amalan puasa di bulan Rajab adalah sesuatu yang bid’ah.

Tidak kami pungkiri adanya hadits-hadits dho’if atau palsu (maudhu’) yang sering dikemukakan oleh sebagian pendukung puasa Rajab. Maka dari itu, kami menjelaskan agar jangan sampai ada yang membawa hadits-hadits palsu biar pun untuk kebaikan seperti memacu orang untuk beribadah, hukumnya adalah haram dan dosa besar. sebagaimana ancaman Rosululloh SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّءْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

_“Barang siapa sengaja berbohong atas namaku, maka hendaknya mempersiapkan diri untuk menempati neraka.”_

Perlu diketahui bahwa dengan banyaknya hadits-hadits palsu tentang keutamaan puasa Rajab itu bukan berarti tidak ada hadits yang benar yang membicarakan tentang keutamaannya bulan Rajab.

*DALIL-DALIL TENTANG PUASA RAJAB*

1. Dalil tentang Puasa Rajab secara Umum

Bulan Rajab adalah bukan termasuk hari-hari yang diharamkan. Juga anjuran-anjuran memperbanyak di hari-hari seperti puasa hari Senin, puasa hari Kamis, puasa hari-hari putih, puasa Daud dan lain-lain yang itu semua bisa dilakukan dan tetap dianjurkan walaupun di bulan Rajab. Berikut ini adalah riwayat-riwayat tentang keutamaan puasa.

a. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari No. 5472:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ أَدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامُ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ

_“Semua amal anak Adam (pahalanya) untuknya kecuali puasa maka aku langsung yang membalasnya.”_

b. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim No. 1942:

لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

_“Bau mulutnya orang yang berpuasa itu lebih wangi dari misik menurut Allah kelak di hari kiamat”_

Yang dimaksud Allah akan membalasnya sendiri adalah pahala puasa tak terbatas hitungan, tidak seperti pahala ibadah shalat jamaah dengan 27 derajat.

c. Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori No. 1063 dan Imam Muslim No. 1969 :

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ كَانَ يَصُوْمُ يَوْمًا وَ يُفْطِرُ يَوْمًا

_“Sesungguhnya paling utamanya puasa adalah puasa saudaraku Nabi Daud, beliau sehari puasa dan sehari buka.”_

2. Dalil-Dalil Puasa Rajab secara Khusus

a. Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim

أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ حَكِيْمٍ اْلأَنْصَارِيِّ قَالَ: “ سَأَلْتُ سَعِيْدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبَ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِيْ رَجَبَ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلَ لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلَ لاَ يَصُوْمُ”

_“Sesungguhnya Sayyidina Ustman Ibn Hakim Al-Anshari, berkata: “Aku bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa di bulan Rajab dan ketika itu kami memang di bulan Rajab”, maka Sa’id menjawab: “Aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata: “Nabi Muhammad SAW berpuasa (di bulan Rajab) hingga kami katakan beliau tidak pernah berbuka di bulan Rajab, dan beliau juga pernah berbuka di bulan Rajab, hingga kami katakan beliau tidak berpuasa di bulan Rajab.”_

Dari riwayat tersebut di atas, bisa dipahami bahwa Nabi SAW pernah berpuasa di bulan Rajab dengan utuh, dan Nabi pun pernah tidak berpuasa dengan utuh. Artinya, di saat Nabi SAW meninggalkan puasa di bulan Rajab itu menunjukan bahwa puasa di bulan Rajab bukanlah sesuatu yang wajib. Begitulah yang dipahami para ulama tentang amalan Nabi SAW. Jika Nabi melakukan satu amalan kemudian Nabi meninggalkannya itu menunjukan amalan itu bukan sesuatu yang wajib, dan hukum mengamalkannya adalah sunnah.

b. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah

عَنْ مُجِيْبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيْهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ: أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَمَا تَعْرِفُنِيْ. قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيِّ الَّذِيْ جِئْتُكَ عَامَ اْلأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ. ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِيْ فَإِنَّ بِيْ قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا. رواه أبو داود 2/322

_“Dari Mujibah Al-Bahiliah dari ayahnya atau pamannya, sesungguhnya ia (ayah atau paman) datang kepada Rasulullah SAW kemudian berpisah dan kemudian datang lagi kepada Rasulullah SAW setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah (kurus), dia berkata: Ya Rasulullah SAW, apakah engkau tidak mengenalku?” Rasulullah SAW menjawab: “Siapa Engkau?” Dia pun berkata: “Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang lalu.” Rasulullah SAW bertanya: “Apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu keadaanmu baik-baik saja (segar bugar).” Ia menjawab: “Aku tidak makan kecuali pada malam hari (yakni berpuasa) semenjak berpisah denganmu, maka Rosululloh SAW bersabda: “Mengapa engkau menyiksa dirimu, berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan.” Lalu ia berkata: “Tambah lagi (ya Rosulalloh) sesungguhnya aku masih kuat.” Rosululloh SAW berkata: “Berpuasalah 2 hari (setiap bulan).” Dia pun berkata: “Tambah lagi, ya Rosulalloh SAW.” Rasulullah SAW berkata: “Berpuasalah 3 hari (setiap bulan).” Ia pun berkata: “Tambah lagi, (Ya Rosulalloh SAW). Rosululloh SAW bersabda: “Jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di bulan-bulan haram (Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram) dan jika engkau menghendaki, maka tinggalkanlah.” Beliau mengatakan hal itu tiga kali sambil menggenggam 3 jarinya kemudian membukanya.”_

Imam Nawawi menjelaskan hadits tersebut.

قَوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ» إنما أمره بالترك ; لأنه كان يشق عليه إكثار الصوم كما ذكره في أول الحديث . فأما من لم يشق عليه فصوم جميعها فضيلة . المجموع ٦/٤٣٩

Sabda Rasulullah SAW:

صم من الحرم واترك

_“Berpuasalah di bulan haram kemudian tinggalkanlah”._

Sesungguhnya Nabi SAW memerintahkan berbuka kepada orang tersebut karena dipandang puasa terus-menerus akan memberatkannya dan menjadikan fisiknya berubah. Adapun bagi orang yang tidak merasa berat untuk melakukan puasa, maka berpuasa di bulan Rajab seutuhnya adalah sebuah keutamaan (Majmu’ Syarh Muhadzdzab Juz 6 hal. 439).

c. Hadits riwayat Usamah bin Zaid

قال قلت : يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذلك شهر غفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم. رواه النسائي ٤/٢٠١

_“Aku berkata kepada Rosululloh SAW, Ya Rosulalloh SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban.” Rosululloh SAW menjawab: “Bulan Sya’ban itu adalah bulan yang dilalaikan di antara bulan Rajab dan Ramadhan, dan bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah SWT dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaaan aku berpuasa”. HR. Imam An-Nasa’I Juz 4 Hal. 201._

Imam Syaukani menjelaskan:

ظاهر قوله في حديث أسامة: إن شعبان شهر يغفل عنه الناس بين رجب ورمضان أنه يستحب صوم رجب; لأن الظاهر أن المراد أنهم يغفلون عن تعظيم شعبان بالصوم كما يعظمون رمضان ورجبا به . نيل الأوطار ٤/٢٩١

_"Secara tersurat yang bisa dipahami dari hadits yang diriwayatkan oleh Usamah, Rosululloh SAW bersabda: “Sesungguhnya Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia di antara Rajab dan Ramadhan.” Ini menunjukkan bahwa puasa Rajab adalah sunnah, sebab bisa difahami dengan jelas dari sabda Nabi SAW bahwa mereka lalai dari mengagungkan Sya’ban dengan berpuasa karena mereka sibuk mengagungkan ramadhan dan Rajab dengan berpuasa.” (Nailul Author Juz 4 hal 291)

Cirebon, Rajab 1438 H
Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

Marawis Miftahul Huda_ Kebangkitan-Sufna Yunaa

May 26, 2016

100 Baby Names Male Islamic Combined 2 Words

May 29, 2015
100 Baby Names Male Islamic Combined 2 Words

cute muslim baby photo 
  1. Abdul Akif (meaning male baby name Islamic) servant of God who serve.
  2. Abdul Alim (meaning male baby name Islamic) servant of God who knows.
  3. Abdul Aliyy (meaning male baby name Islamic) servants of the Most High God.
  4. Abdul Amir (meaning male baby name Islamic) servant of God who leads.
  5. Abdul Azim (meaning baby name male Islamic) God's great servants.
  6. Abdul Aziz (meaning male baby name Islamic) noble servant of God, a powerful.
  7. Abdul Barakat (meaning male baby name Islamic) servant of God of blessing.
  8. Abdul Basyar (meaning male baby name Islamic) servant of God that understanding.
  9. Abdul Ghani (meaning male baby name Islamic) servants of Allah the merciful.
  10. Abdul Hakim (meaning male baby name Islamic) wise servant of God.
  11. Abdul Latif (meaning male baby name Islamic) servant of God who gently.
  12. Abdul Mu'ati (meaning male baby name Islamic) servant of God who gives.
  13. Abdul Sharif (meaning baby name male Islamic) God's servant Sir.
  14. Abdul Adzim (meaning male baby name Islamic) servants of Allah who is very powerful.
  15. Abdul Rafif (meaning male baby name Islamic) worshiper virtuous character.
  16. Abid Khairat (meaning baby name male Islamic) religious expert who is full of goodness.
  17. Abid Zaki (meaning male baby name Islamic) devout and holy.
  18. Abidin Aminullah (meaning male baby name Islamic) expert worship Allah confidence.
  19. Fadhil Ash (male baby name meanings Islamic) rich father.
  20. Ashes Farah (meaning male baby name Islamic) dad who's happy.
  21. Abu Turab (meaning male baby name Islamic) "father of dust". This is the title given Prophet Sayyidina Ali when he saw it was lying with the full weight of dust in the Prophet's Mosque.
  22. Abu Ubaidah (meaning male baby name Islamic) the name of the Prophet Muhammad's companions.
  23. Abyadhul Wajhi (meaning male baby name Islamic) a sunny face.
  24. Abyanul Kalam (meaning male baby name Islamic) words that clear.
  25. Addin Izudin (meaning baby name male Islamic) religion is perfect.
  26. Adham Sharif (meaning male baby name Islamic) that is good and honorable.
  27. Adhwa Jamail (meaning male baby name Islamic) soft light: the dashing.
  28. Adib Munawwir (meaning male baby name Islamic) the educators who enlighten (light up).
  29. Adnan Bana (meaning male baby name Islamic) pleasure / enjoyment illuminating.
  30. Adnan Ibni (meaning baby name male Islamic) Male children are happy.
  31. Afdhalul Amal (meaning male baby name Islamic) kindness main reply.
  32. Afif Makarim (meaning male baby name Islamic) noble men who keep his honor.
  33. Afkarul Ulama (meaning male baby name Islamic) expert knowledge that smart.
  34. Afnanur Rumman (meaning male baby name Islamic) branches of the pomegranate.
  35. Afsarul Malik (meaning male baby name Islamic) crown the king.
  36. Munday Zharif (meaning male baby name Islamic) unique grace and nothing that equaled.
  37. Munday Zhillullah (meaning male baby name Islamic) a unique and into the shadows of Allah SWT.
  38. Ahdaf Syarafah (meaning baby name male Islamic) that noble goal.
  39. Alif Ahmad (meaning male baby name Islamic) which is commendable and soft.
  40. Ahmad Barraq (meaning male baby name Islamic) which is commendable and equipped with extensive knowledge.
  41. Ahmad Iskandar (meaning male baby name Islamic) ruler commendable.
  42. Ahsabur Rijal (meaning baby name male Islamic) Male child who is more respected than any others.
  43. Ahsanul Barraq (meaning male baby name Islamic) virtuous character is good and smart.
  44. Ahsanul Khuluq (meaning male baby name Islamic) which has a noble character.
  45. Ainu Shahin (meaning male baby name Islamic) which sharp-edged like a hawk.
  46. Ainul Fuad (meaning male baby name Islamic) eyes of the heart.
  47. Ajmalul Layal (meaning male baby name Islamic) loveliest evening among the other night.
  48. 48. Maulana Akbar (meaning baby name male Islamic) community leaders were great and noble.
  49. Zain Akbar (meaning male baby name Islamic) the most beautiful ornaments.
  50. Akhdan Mahdy (meaning male baby name Islamic) friend who got guidance.
  51. Akhlaqul Karimah (meaning male baby name Islamic) that courtesy and manners: noble.
  52. Albab Maajid (meaning male baby name Islamic) which noble minds.
  53. Alif Ziyad (meaning male baby name Islamic) the advantage is gentle and friendly.
  54. Alimuddin Amanullah (meaning male baby name Islamic) smoothie in the science of religion and the protection of Allah SWT.
  55. Aly ‘Arasy (meaning male baby name Islamic) the leader of a people who behave sublime.
  56. Aminuddin Anwarullah (meaning male baby name Islamic) who uphold the religion (Islam) and into the light of Allah.
  57. Amir Mubarak (meaning male baby name Islamic) leader blessed.
  58. Anas Altaf (meaning male baby name Islamic) generously of his companions.
  59. Anas Khaliiq (meaning male baby name Islamic) friend who deserve.
  60. Anis Rasyid (meaning male baby name Islamic) intelligent of his companions.
  61. Annam Karim (meaning male baby name Islamic) generous man.
  62. Annam Nasir (meaning male baby name Islamic) human helper.
  63. Ansharul Mutahjin (meaning male baby name Islamic) helper for those who need it.
  64. Ansyar Zuhdi (meaning male baby name Islamic) helper humble reply.
  65. Anwar Badrun (meaning male baby name Islamic) like moonlight.
  66. Anwarul Karim (meaning male baby name Islamic) that glorious light.
  67. Ardi Ramadan (meaning baby name male Islamic) fasting earth.
  68. Arib Musthafa (meaning male baby name Islamic) intelligent man elected.
  69. Arif Billah (meaning male baby name Islamic) leader who understands Allah
  70. Arif Dzaky (meaning male baby name Islamic) which wise and intelligent.
  71. Arifin Altamis (meaning male baby name Islamic) commander who wisely.
  72. Arij Arifin (meaning male baby name Islamic) fragrant than he who wisely.
  73. Arsyad Najm (meaning baby name male Islamic) Male mentors that illuminate the truth of religion.
  74. Arsyad Najm (meaning baby name male Islamic) religion torch supervisor truth.
  75. Asad Azis (meaning male baby name Islamic) the brave that mighty.
  76. Asim Shadiqi (meaning male baby name Islamic) men who keep truth.
  77. Asmi Rijal (meaning baby name male Islamic) Male child that his firm.
  78. Asrar Kibria (meaning male baby name Islamic) which is most precious secrets.
  79. Asyam Arifin (meaning male baby name Islamic) is a noble leader who sage.
  80. Asyam Ma'mun (meaning male baby name Islamic) which noble and trustworthy leader.
  81. Ashraf  Nashruddin (meaning baby name male Islamic) Male respectable religious victory.
  82. Ashraf Nizhamuddin (meaning baby name male Islamic) Male precious source of religious law.
  83. Ashraf Nizhamuddin (meaning baby name male Islamic) Male noble, keeping the law.
  84. Ataya Rofiq (meaning baby name male Islamic) guidance of a close friend.
  85. Atfhal Aziz (meaning male baby name Islamic) that precious child, children forte.
  86. Atha Badzikh (meaning male baby name Islamic) that sublime gift
  87. Athfal Azis (meaning male baby name Islamic) children forte
  88. Athfal azkiya (meaning male baby name Islamic) children who canny, resourceful
  89. Azhar Rebab(meaning male baby name Islamic) that is as bright as white clouds
  90. Azim Azhar (meaning male baby name Islamic) that glorious and brilliant
  91. Azis Rashad (meaning male baby name Islamic) that ruling and give guidance
  92. Azzam Bakil (meaning male baby name Islamic) leaders who determined
  93. Azzam Bashar (meaning male baby name Islamic) sturdy man
  94. Ba'its Murtaza (meaning baby name male Islamic) approves messenger
  95. Baari Bahrun (meaning male baby name Islamic) creator ocean
  96. Bachtiar Husni (meaning male baby name Islamic) that is rich and beautiful
  97. Bachtiar Rizqi (meaning male baby name Islamic) that is rich and a lot of sustenance
  98. Badar Tamim (meaning male baby name Islamic) full creativity that has perfect
  99. Badi'ul Alam (meaning male baby name Islamic) is unique in this world, nothing that resembles
  100. Badrani Wasim (meaning male baby name Islamic) two full reply shapely

50 Baby Names Islamic Women's Combined 2 Words

May 29, 2015
50 Baby Names Islamic Women's Combined 2 Words
cute muslim baby photo praying time
  1. Aamal Hasanah (meaning female baby names Islamic) Ideals of Honor.
  2. Abidah Daniya (meaning baby name female Islamic) religious experts are close (to Allah).
  3. Abidah Khairiyah (meaning female baby names Islamic) Women who diligently worship and good nature.
  4. Adawiyatul Mariah (meaning female baby names Islamic) Women beautiful Sufi His life.
  5. Afifa Fitriya (meaning baby name female Islamic) holy and self-esteem.
  6. Afifah Ghaliyati (meaning female baby names Islamic) The woman who is always himself.
  7. Afifah Khairunnisa (Islamic female baby name meanings) are soft and the best of women.
  8. Afifah Talita (meaning female baby names Islamic) Girl Who Has self-esteem.
  9. Afiyah Kamila (meaning female baby names Islamic) Women who are healthy and perfect
  10. Afnan Zakia (meaning female baby names Islamic) Women who are smart like a tree that bears fruit.
  11. Afra Nailah (meaning female baby names Islamic) Grace in Full Moon Night 13.
  12. Afrah Qurba (meaning female baby names Islamic) Pleasure What a blessing.
  13. Afrin Anisah (meaning baby name female Islamic) Good luck girl.
  14. Afza Muna (meaning female baby names Islamic) Increase ideals.
  15. Aghanid Sakinah (meaning female baby names Islamic) Songs That Bring Comfort.
  16. Agharid Silmi (meaning female baby names Islamic) Songs About peacefully.
  17. Ahlam najiha (meaning female baby names Islamic) Women who are successful with ideals - his.
  18. Aida Fitriya (Islamic female baby name meanings) are returned to the pure.
  19. Aidah Farihah (meaning female baby names Islamic) Women who celebrate the feast and be merry
  20. Ainun Mahya (meaning baby name female Islamic) shining eyes.
  21. Aisha Alifa (Islamic female baby name meanings) are friendly and gentle.
  22. Azim Ayesha (meaning female baby names Islamic) Aisha That Has Tenacity.
  23. Farah Ayesha (meaning female baby names Islamic) Aisha Girls The Beauty That Cheers.
  24. Aisyah farhana (meaning female baby names Islamic), a girl who lives a happy and joyful. 
  25. Farhanah Ayesha (meaning female baby names Islamic) Aisha The Merry.
  26. Aisyah mariah (meaning female baby names Islamic), a girl whose life is beautiful.
  27. Akifa naila (meaning female baby names Islamic) diligently worship and love to give.
  28. Alfi Inayati (Islamic female baby name meanings) who get 1000 relief.
  29. Alilatul Haniyyah (meaning female baby names Islamic) Women fragrant and happy.
  30. Faizah Aliyah (Islamic female baby name meanings) the great lady and be a winner.
  31. Almasah Lami'ah (meaning female baby names Islamic) Starred Jewel Light.
  32. Alya Badi'ah (meaning female baby names Islamic) Beautiful Heaven.
  33. Alya Farida (meaning female baby names Islamic) Outstanding Women of high rank.
  34. Alya Fatinah (meaning female baby names Islamic) Interesting Heaven Heart.
  35. Alya nidaulkarimah (meaning female baby names Islamic) noble women who bring good.
  36. Amalia syarifah (Islamic female baby name meanings) ideals are noble / noble.
  37. Amani Shalihatunnisa (meaning female baby names Islamic) Women who have aspirations to be a woman shalehah
  38. Amatul Islam (Islamic female baby name meanings) servant for religion (Islam).
  39. Ambara Zahra (meaning female baby names Islamic) The Fragrant Flowers broke.
  40. Aminah syarifah (meaning baby name female Islamic) trustworthy and noble.
  41. Amirah Rahimah (meaning female baby names Islamic) Women compassionate leader.
  42. Anisah Baha (meaning female baby names Islamic) The Good Girl and Admirable.
  43. Anisah Faiha (meaning female baby names Islamic) The Good Girl Who Has Many Advantages.
  44. Anisah Nailah (meaning female baby names Islamic) The Good Girl That Love Giving.
  45. Anisah Rasyidah (meaning female baby names Islamic) The Good Girl Wise and Intelligent.
  46. Annisa alifah (meaning female baby names Islamic) gentle and noble women.
  47. Annisa Faiha (meaning baby name female Islamic) women who had many advantages.
  48. Ariqa Fatina (Islamic female baby name meanings) are both mind and captivates.
  49. Ariqah Fatinah (meaning baby name female Islamic) Good manners and Attractive Heart.
  50. Ariqah Maisarah (meaning baby name female Islamic) virtuous woman who was given the pleasure and ease.

Biography Abu Bakar As Sidiq - First Caliph in Islam

January 12, 2014
Biography Abu Bakar As Sidiq - First Caliph in Islam

illustration of abubakar
Abu Bakar As Siddiq is one of the closest companions with Rosullullah Muhammad SAW. He was one of the first four caliphs Khulafaurrasyidin or successor to the Prophet Muhammad. He also included in Assabiqunal Awwalun that the person who first embraced Islam.

Abu Bakar As Siddiq born in the same year with the Prophet of between 571/572 AD in Mecca. His original name was Abi Abdullah ibni Quhaafah. Abu Bakar meaning 'father of the girl', that the father of the Prophet Muhammad's wife Aisha. His real name is Abdul Kaaba (meaning 'servant of the Kaaba'), which is then converted by the Prophet into Abdullah (meaning 'servant of God').

Other sources say his name is Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah is "Alam Kuniyah" or nickname of his father). Title As-Siddiq (believed) given the Prophet Muhammad so that he is better known by the name Abu Bakr as-Siddiq. Historically, this Siddiq As the title given by the Prophet as Abu Bakr was the first friend who trust and believe in Isra 'Mi'raj Prophet Muhammad.


Abu Bakar is a merchant who is quite successful and wealthy. He is also a supreme judge who is very popular in his time as well as education and high position in society. Abu Bakar other expertise is able to interpret dreams. Proverbial is Abu Bakar was a nobleman and conglomerates.

Converted to Islam

When Islam first time presented, many Muslims are derived from the oppressed, the slaves, the marginalized, as well as young people who want justice in which Islam will give an answer about that. But Abu Bakar with the position and influence as the community decided to join the ranks of Islam is a magnet for Islam. Many were eventually converted to Islam with Abu Bakr.

Although he comes from a strong group, but Abu Bakar also experienced the unpleasant as a prefix other Muslims. Such as intimidation, forced to return to the path of ignorance, a trade boycott, slander and so forth. However, Abu Bakar remained strong in the faith of Islam even he also sacrificed his entire estate to the cause of Islam. Abu Bakar also has freed many slaves of Islam are tortured by her employer.

Abu Bakr was the only friend when the Prophet emigrated to Medina in 622 AD. He was with the Prophet both sailed the heat of the desert of Arabia in order to emigrate to Medina. He also protects the Prophet when emigrate and persecuted by the Quraish.

First Caliph

When Rosullullah Muhammad SAW will die, Abu Bakar was appointed as the prayer. It is a guide for Muslims that after the Prophet, Abu Bakr who became caliph replace the Prophet administered the state and the people is not a substitute for a Prophet. Had been a dispute on Shiites who refused to recognize Abu Bakar as the first Caliph. According to them the Prophet never appointed Ali bin Abi Talib as his successor, but Ali bin Abi Talib himself willing allegiance or recognize Abu Bakr as the Caliph so that conflict can be resolved peacefully.

Once appointed caliph, Abu Bakar immediately do its job. The first is the fight against Musailamah Al Kazab (the false prophet) who claims to be a prophet after Prophet Muhammad.

The next task is to force and fight against tribes who do not want to pay zakat. According tribes, zakat is a tribute to the Prophet Muhammad and when the Prophet died then there is no longer an obligation to pay. Though charity is a treasure that must be paid every Muslim who has reached nishob / has complied with charity and not intended for the pleasure of Allah tribute.

After the completion of a variety of insurgency and internal problems, then Abu Bakar Islamic proselytizing to various parts of the world such as the Byzantine and Sasanid and Iraq and Syria.

The death of Abu Bakar


Abu Bakar As Siddiq became caliph in a period of 2 years. Abu Bakar died on August 23, 634 in Medina. He was buried beside the grave of Rasullullah Saw. Furthermore, the position of caliph replaced by Umar.