Showing posts with label Khutbah. Show all posts
Showing posts with label Khutbah. Show all posts

KHUTBAH GERHANA BULAN TOTAL AKHIR 2019

December 25, 2019
Misbahulhudacikatomas/red- KHUTBAH GERHANA BULAN TOTAL AKHIR 2019.
Gerhana Matahari Total-BMKG


KHUTBAH KA 1

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ سَـخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَـخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه شَهَادَةً تُنْجِيْنَا مِنْ عَذَابِ النَّارْ ، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُهُ صَاحِبُ الْكَرَامَةِ وَالنُّورْ، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ حَبِيْبِ الْمُخْتَارْ، وَعَلَى اَلِهِ وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانٍ إلَى دَارِ الْبَوَارْ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَانُ الْكِرَامْ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ.
Hadirin, Kaum Muslimin yang dimulyakan  Alloh SWT.
Gerhana adalah kejadian yang sudah biasa, tiap tahun ada dan terjadi, hampir setipa 2 tahun ada Gerhana Total di belahan Bumi kita ini. Gerhana Matahari adalah tertutupnya sinar Mentari oleh Bulan pada siang hari, maka bumi terjadi gelap. Sedangkan Gerhana Bulan adalah tertutupnya sinar rembulan oleh planet Bumi pada malam hari.
Gerhana Matahari Cincin adalah gerhana yang menyisakan cahaya matahari berbentuk seperti sebuah cincin.
Gerhana Matahari Cincin terjadi jika Matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh Bulan. Itu bisa terjadi karena Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit elips. Artinya, ada kalanya Bulan berada dekat dengan Bumi, ada kalanya jauh. Jarak terdekat Bumi dengan Bulan adalah ±360.000 km, sedangkan jarak terjauhnya ±400.000 km. Karena perbedaan jarak inilah, ada kalanya Bulan tampak besar di langit, ada kalanya tampak lebih kecil.Ini karena semua planet di angkasa raya, baik Matahari, Bulan, Bumi dan bintang-bintang diatas, semua berjalan di garis edarnya, semua mempunyai jalannya sendiri-sendiri, hingga tidak terjadi tabrakan.
Gerhana, efeknya bagi kita adalah lahan ibadah, moment penting untuk kita berbakti kepada Ilahi, beribadah kepada sang Pencipta, karena dengan datangnya Gerhana kita di sunnahkan Sholat berjama’ah dan khutbah. Tidak lain ini menjadi ajang silaturahmi mempererat ukhuwwah diantara kita, berkumpul sambil berdzikir, munajat mendekatkan diri kepada Alloh secara bersama-sama, ditambah membaca do’a dan wiridan bersama, semoga menjadi tanaman subur untuk kita panen di Surga kelak, Amin.
Selain itu, terjadinya Gerhana menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa Bumi, Bulan dan Matahari semua bergerak tidak ada yang diam ditempat, semua berputar, berjalan di porosnya masing-masing, sebagai tanda kebesaran Alloh, makhluk yang besar digerakkan oleh Alloh, maka alangkah besarnya Alloh yang dapat menggerakan makhluk-makhluk besar ini, Allohu Akbar, Allohu Akbar. Dan betapa kecilnya kita sebagai manusia yang berada di planet Bumi.
Manusia konon di muka Bumi ini berjumlah 7 milyar orang, semua diatur oleh Alloh, di gerakkan, dihidupkan dan dimatikan oleh Alloh. Tidak ada yang intervensi ikut nimbrung dalam pengaturan dunia ini.
Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar Walillahil Hamdu.
Alloh berfirman dalam surat Ali Imron ayat 190-191:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ() الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Artinya: “Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, adalah tanda kebesaran Alloh bagi orang yang berakal. Yaitu mereka yang senantiasa berdzikir sambil berdiri, sambil duduk, sambil berbaring, tafakur, berfikir dalam penciptaan langit dan bumi, Ya Alloh Robb kami, tidaklah sia-sia semua yang Engkau ciptakan ini, Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka”.

Firman Alloh ini menjelaskan bahwa kita semua harus berfikir, harus menggunakan akal yang diberika oleh Alloh, kaji secara ilmiyah Wahai Ulil Albab, kenapa langit dan bumi di ciptakan? Kenapa ada siang ada malam?, Alloh menciptakan ini tidak main-main, Alloh menciptakan Jagad Raya Bima Sakti ini mempunyai hikmah yang sangat besar.
Kita harus sadar, bahwa manusia diciptkan untuk beribadah, untuk mengabdi kepada Alloh sang Pencipta, Langit Bumi dan seisinya siap melayani dan siap menjadi sarana dan fasilitas orang-orang yang menrima Agama sebagai amanah suci.
Kita harus berfikir, tafakur, bagaimana Unta diciptakan, Langit dijunjung, Bumi dihamparkan, Gunung di tancapka? Sadarlah, dzikirlah, bahwa ini semua lahan untuk kita mengabdi. Kita wajib bersyukur bisa hidup bisa bertahan lama didunia ini, Hasbunalloh wa Ni’mal Wakil.
Dari kejadian Gerhana ini kita tafakur, bahwa Alloh Maha Besar, Alloh Maha Digjaya, hanya Beliau Alloh sendiri tidak ada yang menemani, Bumi bisa berjalan, Matahari bisa bersinar, Bulan bisa terang benderang, kita yakin hanya Alloh Dzat pencipta, hanya Alloh yang wajib disembah, segala sesuatu dengan Qodo dan takdirnya, semua bergantung pada kekuasaan Alloh semata. Maha Wisesa Maha Besar. Manusia tidak berdaya tidak punya kemamuan apa2.
Kalau manusa bisa mengatur dirinya sendiri, merasa lebih pintar, lebih bertenaga, leih berkuasa di negeri ini, tapi dikasih batuk pilek aja harus ke dokter, sakit kepala, tetap mencari dokter, terbaring di Rumah Sakit, sambil minta bantuan kesana kemari.
Bergegaslah menuju kebaikan mumpung sehat sebelum sakit, mumpung kuat sebelum lemah, mumpung muda sebelum tua, dan mumpung hidup sebelum mati, karena mati datangnya tidak permisi, langsung dicabut ruh tanpa ampun, hidup sudah ada takarannya husus dari Alloh, semua dalam genggaman Robbul ‘Alamin.
Geuwat geura mangpang meungpeung.. meungpeung sehat memeh gering, meungpeung hirup memeh maot, meungpeung beunghar memeh fakir, meungpeung ngora memeh rarempo, meungpeung kuat memeh namru teu walakaya.
Gerhana sekarang ini mudah-mudahan menjadi jalan tafakur, ihtisabunnafsi, berdzikir dan berdo’a, semoga kita senantiasa dalam lindungannya. Karena sekarang ini ada gempa sedikit saja sudah pada panik, berhamburan keluar rumah mencari selamat, padahal bila bumi ini terbelah, gunung hancur, air banjir, kemana kita mencari selamat, hanya kepada Alloh kita memohon, hanya Alloh yang dapat memberi perlindungan. Apalgi di hari kiamat, apalagi di akhirat kelak, hanya amal ibadah kita, hanya perbuatan baik kita yang bisa menemani dan menyelamatkan kita nanti.
Idza Zulzilatil Ardu Zizalaha, Ya Alloh berilah hidayah dan taufik, bingbinglah kami kejalan yang Engkau Ridoi, kuatkan iman islam kami, beri kekuatan untuk melaksnakan titah dan perintahmu, berilah kekuatan untuk menghindar dari laranganMu, ampuni semua dosa kami Ya Alloh, Ampuni dosa kami Ya Alloh, ampuni dosa kami Ya Alloh, solehkan semua kelaurgaku, beri mereka kekuatan untuk memegang teguh agamaMu, istiqomahkan dalam segala kebaikan, sampai akhirnya mendapat Husnul Khotimah, Amin Ya Robbal Alamin,
Mugi-mugi urang sadaya dipasihan jiwa nu salawasna eling ka Mantena, dipasihan Taufik sareng Hidayah, tiasa ngalaksanakeun sagala parentahna, tiasa nebihan sagala nu dilarang ku Anjeuna, tiasa ngelehkeun nafsu nu ngaberung, tiasa mengkek kahayang, tiasa ngajaga awak tina dosa, tiasa ngajaga soca tina maksiat, tiasa ngajaga biiwir tina ngupat, tiasa ngajaga farji tina zina, tiasa ngajaga sadaya anggota tubuh tina laku nu dilarang ku Alloh.
بارك الله لى ولكم بالقرآن العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وأنت أرحم الراحمين
KHUTBAH KA2
أَلْحَمْدُ للهِ، نَحْمَدُه وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِهِ مِن شُرُورِ أنفُسِنَا وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ فَلا هَادِي لَهُ، أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه، اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ الهُدَى اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أمَّا بَعْدُ.
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكم وزجر. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وقال تعالى : قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلا تَسْمَعُونَ . قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلا تُبْصِرُونَ .  وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.
وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُّنَادِى لِلْإِيْمَانِ أَنْ آمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا. رَبَّنَا فَغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا شَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. رَبَّنَا لَاتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَناَ مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّناَ إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيُوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِ إِنَّكَ لَاتُخْلِفُ الْمِيْعَاد. رَبَّنَا لَاتُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأنَا. رَبَّنَاوَلَاتَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا. رَبَّنَاوَلَاتُحَمِّلْنَا مَالَاطَاقَةَ لَناَ بِهِ. وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَناَ وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. 
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Editor, KH Asep M. Tohir

KHUTBAH IEDUL FITRI 1440 H BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA

May 20, 2019
Misbahulhudacikatomas-Khutbah iedul fitri 1440 H dengan thema Berbuat baik kepada kedua Orang tua
Khutbah ke-1
9xالله اكبر 
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابْ. أَظْهَرَ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَأَخْزَى الْأَحْزَابْ. وَأَتَمَّ نُوْرَهُ وَجَعَلَ كَيْدَ الْكَافِرِيْنَ فِيْ تَبَابْ. غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابْ. خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلَوَنَا وَإِلَيْهِ الْمَآَبْ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَقُوْمُوْا بِمَا أَوْجَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ حَقِّهِ وَحُقُوْقِ عِبَادِهِ.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًاۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh,
Segala puji hanyalah untuk Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Kita memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya, serta memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya atas kesalahan diri-diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita. Sholawat dan salam semoga senantiasa Alloh Subhanahu wa Ta’ala curahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta kepada seluruh kaum muslimin yang benar-benar mengikuti petunjuknya. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak untuk diibadahi, kecuali hanya Alloh semata, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya untuk sekalian alam.
Hadirin rohimakumulloh,
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Alloh Azza wajalla dengan menjalankan kewajiban-kewajiban kita kepada-Nya dan kewajiban yang harus ditunaikan terhadap hamba-hamba-Nya.
Jama’ah  rohimakumulloh,
Ketahuilah, bahwa kewajiban paling besar yang harus ditunaikan oleh seorang hamba setelah kewajibannya kepada Alloh SWT dan Rasul-Nya adalah kewajiban dalam memenuhi hak orangtua. Hal ini sebagaimana firman-Nya,
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Beribadahlah kalian kepada Alloh dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kalian kepada kedua orangtua.” (An-Nisa’: 36)
Di dalam ayat lainnya, Alloh berfirman:
وَوَصَّيْنَا اْلإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandung dengan susah payah, dan telah melahirkannya dengan susah-payah pula.” (Al-Ahqaf: 15)
Caranya berbakti kepada orang tua antara lain:

1. Berkata dengan lemah lembut dan mendahulukan tatakrama kepada keduanya. Karena selain orang tua kita memiliki usia yang lebih tua dari kita, orang tua kita adalah orang yang mulia, karena telah mengasuh dan membesarkan kita. Oleh karena itu, hendaknya kita membedakan cara berbicara dengan kedua orang tua,  dengan orang yang lebih mulia. Bersikaplah Tawadhu’ (rendah hati) saat bersamanya. Kita tidak boleh ber-sikap sombong atas apa yang telah kita capai, yang ternyata melampaui capaian dari kedua orang tua kita, karena orang tua kita tidak pernah mengungkit apa yang telah mereka berikan kepada kita selama ini.
2. Mematuhi setiap perintah dari kedua orang tua kita, asalkan perintah tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama. Kita tidak boleh berkata kasar ataupun membentak mereka. Mengikuti nasihat kedua orang tua adalah wajib hukumnya, sehingga apa yang kita kerjakan diridoi oleh kedua orang tua kita. Karena rido mereka merupakan rido Alloh Azza Wajalla. 
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًاۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan tuhanmu telah memerintah, mengharuskan dan mewajibkan untuk di-esa-kan dalam peribadahan kepadaNya, dan Dia memerintahkan untuk berbuat baik kepada bapak-ibu, terutama di saat mereka berusia lanjut, janganlah engkau berkeluh kesah, jangan merasa kesal terhadap sesuatu yang engkau lihat dari mereka atau salah satu dari mereka, dan jangan memperdengarkan kepada mereka ucapan yang buruk, bahkan jangan pula berkata “akh” sekaliapun itu merupakan tingkat terendah dari ucapan yang buruk. Dan janganlah muncul darimu tindakan buruk kepada mereka berdua. Akan tetapi bersikaplah lembut kepada mereka berdua. Dan berbicaralah kepada mereka berdua dengan perkataan lembut dan bagus.
3. Membiayai dan menafkahi kedua orang tua kita bila mereka tidak punya. Dan bila kita mampu dan cukup setelah nafkah anak istri. Oleh karena itu wajib kita memberikan sebagian harta kita kepada orang tua, baik mereka meminta ataupun tidak.
وَإِنَّمَا تَجِبُ نَفَقَةُ الْوَالِدَيْنِ بِشُرُوْطٍ مِنْهَا يَسَارُ الْوَلَدِ وَالْمُوْسِرُ مِنْ فَضْلٍ عَنْ قُوْتِهِ وَقُوْتِ عِيَالِهِ فِيْ يَوْمِهِ وَلَيْلَتِهِ مَا يُصَرِّفُهُ إِلَيْهِمَا فَإِنْ لَّمْ يَفْضُلْ فَلَا شَيْءَ عَلَيْهِ لِإِعْسَارِهِ
Artinya, “Kedua orang tua wajib dinafkahi oleh anaknya dengan syarat antara lain kelapangan rezeki anak yang bersangkutan. Batasan kelapangan rezeki adalah mereka yang memiliki kelebihan harta setelah menutupi kebutuhan makanan pokok dirinya dan anak-istrinya dalam sehari-semalam. Jika anak itu tidak memiliki kelebihan harta, maka ia tidak berkewajiban apapun atas nafkah kedua orang tuanya lantaran kesempitan rezeki yang bersangkutan,” (Lihat Imam Taqiyudin Al-Husni, Kifayatul Akhyar, hal. 577).
4. Membantu dan mengatasi pekerjaan rumah tangga mereka, sehingga mereka dapat memiliki waktu istirahat di hari tua. Dan Wajib merawat dan menjaga kedua orang tua apabila mereka telah tua dan renta.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Selanjutnya Alloh menyatakan “dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang karena rasa hormat yang tulus kepada keduanya”, dan ucapkanlah, yakni berdoalah: “wahai tuhanku, yang maha pengasih, maha penyayang, sayangilah keduanya, karena mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil dengan penuh kasih sayang”.
Pada dua ayat tersebut, Alloh SWT. menjelaskan betapa pentingnya kewajiban berbakti kepada orangtua dengan menggambarkan betapa besarnya pengor-banan dan jasa orangtua terutama ibu kepada anaknya. Maka, sudah semestinya bagi seorang anak untuk berbuat baik kepada orangtuanya, karena orang yang berakal tentu tidak akan melupakan kebaikan orang lain terhadapnya apalagi membalas kebaikannya dengan menyakitinya. Maka, apakah layak bagi seorang anak untuk melupakan kebaikan orangtuanya sehingga tidak berbuat baik kepadanya? Begitu pula, tentu lebih tidak pantas lagi bagi seorang anak untuk menyakiti orang tuanya yang telah terus-menerus berbuat baik kepada-nya dengan mengeluarkan pengorbanan yang sangat besar bahkan hingga mempertaruhkan nyawanya.
Dalam keadaan kedua orang tua sudah berumur lanjut dan berada dalam pemeliharaanmu, boleh jadi suatu waktu engkau berbuat kesalahan, secara tidak sengaja atau karena terpaksa. Dalam keadaan demikian itu, ketahuilah bahwa tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik dan tulus mengasihi kedua orang tuamu dan berbakti kepada keduanya dengan sepenuh hatimu. Mohonlah ampun kepada Alloh, maka sungguh, dia maha pengampun bagi orang-orang yang bertobat dan menyertainya dengan berbuat kebaikan.
Nabi SAW. juga telah menyebutkan besarnya keutama-an berbakti kepada orangtua. Bahkan, lebih besar dari jihad di jalan Alloh. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Ash-Shohihain, dari sahabat Abdulloh ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu, beliau berkata,
سَأَلْتُ النَّبِيَّ : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ
Aku bertanya kepada Nabi, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Alloh Azaa wajalla?” Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Nabi menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Aku berkata, “Kemudian apa lagi?” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian jihad di jalan Alloh.” (H.R. Al-Bukhori dan Muslim)
Dari ayat-ayat dan hadits di atas serta yang lainnya, seseorang akan memahami dengan jelas betapa tinggi dan mulianya amalan berbakti kepada orangtua. Walaupun beda harapan, orang tua mendidik anaknya agar tumbuh besar dan sukses. Tapi anak mengurus orang tuanya hanya menunggu kematiannya.
5. Taushiyah, memberi nasihat kepada orang tua bila itu harus dilakukan.
Pada suatu ketika, Kholifah Umar bin Abdil Aziz turun dari mimbar dan pulang menuju rumahnya kemudian masuk ke dalam kamar. Beliau ingin sekali istirahat barang sejenak setelah menguras tenaganya karena banyak kesibukan pasca wafat khalifah sebelumnya. Akan tetapi, belum lagi lurus punggungnya di tempat tidur, tiba-tiba datanglah putra beliau yang bernama Abdul Malik –ketika itu dia berumur 17 tahun-
Abdul Malik berkata: “Apa yang ingin Engkau lakukan ya amirol mu’minin?”
Umar bin Abdul Aziz menjawab: “Wahai anakku, aku ingin memejamkan mata barang sejenak karena sudah tak ada lagi tenaga yang tersisa.”
Kata Abdul Malik: “Apakah Engkau akan tidur sebelum mengembalikan hak orang-orang yang dizalimi ya amirol mu’minin?”
Umar bin Abdul Aziz menimpali lagi: “Wahai anakku, aku telah begadang semalaman untuk mengurus pemakaman pamanmu Sulaiman, nanti jika telah datang waktu zuhur aku akan sholat bersama orang-orang dan akan aku kembalikan hak orang-orang yang dizalimi kepada pemiliknya, insya Alloh.”
Abdul Malik berakata lagi: “Siapa yang menjamin bahwa Engkau masih hidup hingga datang waktu zuhur ya amirol mu’minin?”
Kata-kata ini telah menggugah semangat Umar, hilanglah rasa kantuknya, kembalilah semua kekuatan dan tekad pada jasadnya yang telah lelah, beliau berkata, “Mendekatlah engkau nak!” lalu mendekatlah putra beliau kemudian beliau merangkul dan mencium keningnya sembari berkata, “Segala puji bagi Alloh yang telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yang dapat membantu melaksanakan agamaku.”
Kemudian beliau bangun dan memerintahkan untuk menyeru kepada manusia, “Barangsiapa yang merasa dizalimi hendaklah segera melapor.”
Meskipun Alloh memberinya usia relatif singkat, kurang dari 20 tahun, namun hidupnya diwarnai oleh ketaqwaan, ibadah, amar ma'ruf nahi mungkar. Beliau Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz, dia tidak segan menegur ayahnya saat dilihatnya lalai dalam menjalankan amanah. Dia tidak sungkan menasehati ayahnya agar selalu teguh pada hukum Alloh dalam setiap gerak serta langkahnya. Dia tahu semua itu adalah kewajiban yang harus disampaikan dan bentuk implementasi birrul walidain (bakti kepada ibu bapak).
6. Bersedekah atas namanya dengan berbuat baik berupa memberikan bantuan kepada fakir miskin, dengan perbuatan tersebut memohon kepada Alloh agar menjadikan pahala dari sedekah tersebut untuk ayah dan ibunya atau lainnya, baik yang telah meninggal dunia maupun yang masih hidup. Hal ini karena Nabi bersabda (yang artinya), ‘Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sodakoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang berdoa untuknya.’ Disebutkan dalam hadits Nabi, bahwa ada seseorang bertanya kepada beliau :
 يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَلَمْ تُوْصِ وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ لَتَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ
 “Ya Rosul, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan beliau belum sempat berwasiat namun aku yakin kalau beliau sempat berbicara tentu beliau ingin bersedekah, apakah beliau (ibuku) akan mendapatkan pahala jika aku bersedekah atas namanya?” Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Benar.” (HR.Muttafaqun ‘alaih)
Begitu pula akan bermanfaat untuk orang yang telah meninggal dunia amalan ibadah haji atas nama si mayit, demikian pula ibadah umrah, serta membayarkan utang-utangnya. Semua itu akan bermanfaat untuk yang meninggal sebagaimana telah datang dalil-dalil syar’i yang menunjukkan hal tersebut.” (Majmu’ Fatawa 4/342)
7. Banyaklah berdoa bagi kedua orang tua, baik mereka masih dalam keadaan hidup ataupun telah meninggal.
Ya Allah. Indahkan kepada mereka ucapanku, Haluskan kepada mereka tabiatku, Lembutkan kepada mereka hatiku, Jadikan aku orang yang sangat mencintai kedua orangtuaku. Balaslah kebaikan mereka karena telah mendidikku, Berikan ganjaran kepada mereka karena telah memuliakanku, Jagalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku pada masa kecilku.
Ya Alloh Tuhanku, Aku tidak mampu melaksanakan kewajibanku kepada mereka. Aku tidak sanggup menjalankan kewajibanku untuk berkhidmat kepada mereka, Bantulah aku,  Wahai Yang Paling baik untuk dimintai bantuan, Bimbinglah aku, Ya Robb, Jangan jadikan aku orang yang durhaka kepada ayah bunda, orang yang tidak hormat dan tidak khidmat kepada mereka.
Ya Allah, Jangan biarkan aku lupa untuk menyebut mereka sesudah shalatku. pada saat-saat malamku, pada saat-saat siangku
Ya Allah, Sungguh Engkau Pemilik karunia yang besar dan anugerah yang abadi, Engkaulah Yang maha Pengasih dari semua yang pengasih.
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِي الْآَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ جَوَادٌ كَرِيْمٌ.

        KHUTBAH KEDUA
الله اكبر 7x
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ والتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ، 
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلاَةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ وِلاَيَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. 
اَللّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَبَلِّغْنَا بِمَا يُرْضِيْكَ آَمَالَنَا وَاخْتِمْ بِالصَّالحِاَتِ أَعْمَالَنَا وَبِالسَّعَادَةِ آَجَالَنَا وَتَوَفَّنَا يَا رَبِّ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مُبَارَكًا مَرْحُوْمًا وَتَفَرُّقَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ مَعْصُوْمًا، رَبَّنَا لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا مَرِيْضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ وَلَا طَالِبًا أَمْرًا مِنْ أُمُوْرِ الْخَيْرِ إِلَّا سَهَّلْتَهُ لَهُ وَيَسَّرْتَهُ، اَللّهُمَّ وَحِّدْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاجْمَعْ شَمْلَهُمْ وَاجْعَلْهُمْ يَدًا وَاحِدَةً عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ 
اَللّهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَاخْذُلِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعدَاءَ الدِّينْ، اَللّهُمَّ ارْزُقْنَا بِرَّ وَالِدِيْنَا أَحْيَاءً وَأْمْوَاتًا وَجَمِّعْنَا بِهِمْ فِي جَنَّةِ النَّعِيْمِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ.
 سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Khutbah Jum'at Bahasa Sunda Ciri Cinta Ka Rosululloh SAW

January 03, 2018

الحمدلله الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين الحق ولو كره الكافرون. اشهد ان لاّاله الاّالله وحده لاشريك له اليقين.   واشهد انّ محمّدا عبده ورسوله صادق الوعد الامين , والصّلاة والسّـلام على سيّدنا محمّد اشرف الانبياء والمرسلين  , وعلى اله وصحبه ومن تبعه الى يوم يبعثون , امّا بعد , ايّها الحاضرون اتّقوا الله حقّ تقاته ولاتموتنّ الاّ وانتم مسلمون .
اعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم  بسم الله الرّحمن الرّحيم
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Hadirin sidang Jum’at Rohimakumulloh.
Salahsawios ciri cinta ka Rosul nyaeta seueur nyarioskeun kana jenenganana ku jalan maca sholawat.
Margi aya katerangan :   من احبّ شيأ كثر ذكره
“ Saha Jalmi anu cinta kana hiji perkara, maka bakal seueur nyarioskenana ”
Bahkan para Malaikat oge maraca solawat, sareng sadaya muminin diparentahkeun maca sholawat.
انّ الله وملائكته يصلّون على النّبي يا ايّهاالّذين امنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما.                                                   
Hadirin Sidang Jum’at Rohimakumulloh.
Kanjeng Nabi kantos kasumpingan opat malaikat, anu sadayana jangji bade masihan jaminan pikeun anu maca solawat:
1. Kasumpingan Malaikat Jibril, anjeuna jangji:
    “ Kami rek pangmentaskeun dina shirotol mustaqim poe qiyamah
2. Kasumpingan Malaikat Mikail, anjeuna jangji:
    “ Kami rek masihan rupa-rupa bubuahan disurga.
3. Kasumpingan Malaikat Isrofil, anjeuna jangji:
    “ Kami rek sujud ka Alloh, moal waka cengkat tina sujud, salagi  
      dosana anu tukang maca solawat can dihampura.
4. Kasumpingan Malaikat Ajroil, anjeuna jangji:
    “ Nalika kami nyabut nyawana jami anu tukang maca solawat, ek
      seperti nyabut nyawana/ruhna para Nabi.
Hadirin Rohimakumulloh.
Nanging teu cekap ukur nyeueurkeun maca sholawat, tapi aya anu langkung utami nyaeta Nuturkeun kana Sunnah-sunahna, ngalaksanakeun kana sadaya ajaranana. Margi Alloh ngadawuhkeun:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
Oge kasauran Ibrohim bin Adham :
من ادعى حب الرسول ولم يفعل سنته فدعواه كذب
Saha jalmi anu ngaku cinta ka nabi tapi teu ngalaksanakeun kana sunah-sunah nabi, maka pengakuana teh Bohong.
Mudah-mudahan urang sadaya dipaparin Hidayah sareng Taopeq ku Alloh SWT kangge tiasa ngalaksanakeun kana sadaya sunah-sunahna sahingga kalebet kana ummatna anu kenging syafa’atul udzma. Amin.

بارك الله لى ولكم ولجميع المسلمين انه هوالغفورالرحيم
الحمد لله الذى ارشد من شاء من عباده الى افضل الطاعات . والصّلاة والسّلام على سيدنا محمد ذى الاستقامة فى الدّين واكتساب السعادات وعلى اله واصحابه المتقين الحافظين لسانهم عن الاقوال المكروهات . امّا بعد . ايها الحاضرون اتقوا الله الّذى بيده الشّفاعات.اللّهم صلّ وسلّم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. امين ,اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات. اللهم نور قلوبنا بنور هدايتك كما نورت الأرض بنور شمشك ابدا ابدا برحمتك ياارحم الراحمين.اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين صالحين طائعين لله ولرسولك . اللهم ارفع درجاتنا. وطول اعمارنا فى عبادتك وحسن اخلاقنا ووسع ارزاقنا وحبب لنا الناس اجمعين وتباعد العداوة من بني آدم. والحمدلله رب العالمين .
عباد الله ,  إنّ الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظّكم لعلّكم تذكّرون ولذكر الله أكبر ,  أستغفر الله  لى  ولكم.